Puisi Keindahan Tentang Alam

Bookmark and Share
Pagi ini Lutfi blogs sedikit berbagi tentang kumpulan puisi tentang keindahaan Alam yang mempesona hati kita, puisi-puisi ini sangat menarik hati kita untuk mengagumi keindaan dari karya sang pencipta

Puisi Keindahan Alam Indonesia

Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanji aku akan menjagamu

Puisi Keindahan Alam Pedesaan

"Desa Yang Indah".

Kau adalah tempat yang indah
Jauh dari keramaian kota
Yang penuh dengan debu
Kendaraan bermotor
Tempatmu yang penuh pepohonan
Membuat tempatmu selalu damai
Jauh dari bencana
Yang selalu melanda
Kau adalah desa yang indah
Penuh perbukitan dan pepohonan
Kau membuat manusia sanggup
Hidup di tempatmu

Puisi Keindahan Alam Laut

Keindahan Alam Laut Indonesia.
Saat matahari terbit
aku langsung terbangun
Aku melihat pemandangan pantai begitu indah
Pantai berpasir putih nan lembut
Ombak berkejaran
membuat orang tertarik bermain dengannya
Kerang di pasir putih
membuatku ingin mengambilnya

Tapi saat ini
Aku melihat pantai telah rusak
Pasir yang putih menjadi kotor
Ombak-ombak yang bersih menjadi kotor
Kerang yang berserakan menjadi habis diambil manusia

Siapa yang merusak semua ini?
Sepertinya manusia yang sudah merusak semua ini
Aku yakin suatu saat nanti
mereka akan sadar bahwa semua yang mereka lakukan
telah merusak pantai-pantai kita semua


Puisi Keindahan Alam Gunung 

Gunung Yang Telah Lama Gersang
Aku dulu dilahirkan dalam alam yang permai
Dibuai dalam lindungan alam yang indah
Yang selalu mengingatkan aku pada belaian pertiwi
Selalu bersenandung rindu dalam dekapan alam

Semua kini telah dalam pandangan
Entah ke mana dan menjadi apa alam yang ku kenang dulu
Bagai ditelan dalam rakusnya manusia jahanam
Yang tiada belas kasihan dalam hidupnya

Selalu terasa pedih di hati ini
Tersayat sembilu dalam jiwa-jiwa yang kerdil
Terluka dan terobek sampai ke dalam sanubari
Tiada berbekas akan sakitnya hati

Kemana kan kucari lagi
Indahnya alam yang telah melahirkanku
Kemana aku mengadu untuk kembalinya alam permaiku
Semua telah gersang tanpa kendali dan manusia tinggal menuai bencana

Kutunggu manusia-manusia baru untuk berkarya
Tiada akal yang bisa menggapai
Entah kapan akan kembali
Gunung dan lembah yang kembali bersemi lagi

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment